Jakarta Setelah terungkap kasus pelcehan Saipul Jamil terhadap DS beberapa waktu lalu, muncul nama baru yang juga menjadi salah satu korban tindak peyimpangan seksual oleh pria yang biasa dipanggil Ipul ini. AW menjadi korban yang memerberanikan diri untuk melapor ke Polda Metro Jaya atas tindakan cabul yang dilakukan Saipul.


Jakarta Setelah terungkap kasus pelcehan Saipul Jamil terhadap DS beberapa waktu lalu, muncul nama baru yang juga menjadi salah satu korban tindak peyimpangan seksual oleh pria yang biasa dipanggil Ipul ini. AW menjadi korban yang memerberanikan diri untuk melapor ke Polda Metro Jaya atas tindakan cabul yang dilakukan Saipul.

Awal pertemuan AW dan Saipul Jamil pun tidak jauh beda dengan korban sebelumnya DS. yaitu saat ia dan temannya datang menyaksikan ajang pencarian bakat yang dijurikan oleh Saipul Jamil.

"Awalnya kejadian itu pada saat ajang pencarian bakat yang diselenggarakan oleh stasiun televisi swasta. Klien kami diajak rekannya bernama Tommy untuk menonton di ajang itu, kemudian di saat break klien kami diberi isyarat oleh saudara SJ dengan suit-suit (memanggil). Tommy yang temannya AW mengatakakan kepada klien kami kalau dia dipanggil SJ. Setelah break kedua klien menghampiri meja juri. Posisi dia duduk dibelakang meja juri. SJ meminta pin BB dan nomer telpon klien kami," jelas Raidin Anom saat ditemui di kantor DPD Kongres Advokat Indonesia 2008, Tangerang, Jumat (26/2/2016).

Awal perkenalan itu membawa AW semakin kenal dengan Saipul Jamil, apalagi keesokan harinya mereka langsung berkomunikasi lewat nomer telpon yang telah diminta Saipul Jamil. Dengan modus memberikan pekerjaan, AW pun mau bertemu dan membantu Saipul untuk ikut ke kediamannya di kawasan Kelapa Gading,"

"Keesokannya BBM, klien saya menanyakan pekerjaan. Lalu saudara SJ mengatakan banyak pekerjaan asal datang ke rumah saya. Hari kedua mereka bertemu lagi. Alhasil mereka bersama-sama ke rumah SJ yang berlokasi di Kelapa Gading, satu mobil berlima saudara SJ dan klien saya, asisten SJ 2 orang dan sopir. Sampai rumah saudara SJ meminta klien saya mandi, selesai mandi diminta pijat. Dia malu-malu karena ketemu artis dan figur apalagi ditawarkan pekerjaan. Selesai pijat klien saya tidur di luar kamar SJ. Kurang lebih satu jam tidur terlelap klien kami kaget ada gerakan, terbangun dia melihat SJ melakukan 'gerilya' kecil melakukan upaya pencabulan. Kesimpulan malam itu saudara SJ berhasil melakukan pencabulan dengan sedikit pemaksaan," lanjut Anom.

Selang dua tahun berlalu, kini AW memberanikan diri untuk melaporkan tindak pencabulan dengan kekerasan pada pasal 289 KUHP yang dilakukan oleh Saipul Jamil. Ia pun bersama kuasa hukumnya mendatangi Polda Metro Jaya pada hari Rabu 24 Februari 2016 lalu.

CINDERELLA Sukses Kalahkan MALEFICENT

CINDERELLA, film live-action (bukan kartun) besutan Kenneth Branagh ini berhasil menduduki posisi puncak box-office Amerika akhir minggu ini, 15 Maret 2015. Prestasinya ini tak mengejutkan sebab banyak yang memprediksi keberhasilannya menggeser jawara minggu sebelumnya, CHAPPIE.

CINDERELLA berhasil meraup keuntungan sebanyak US$ 70 juta atau setara 73 miliar Rupiah hanya di minggu pertama premiernya saja. Kabarnya, angka ini akan terus naik hingga mencapai US$ 200 juta atau setara lebih dari 200 miliar Rupiah.

Dilansir Box Office Mojo, tahun 2014 lalu, Disney dan Buena Vista Studio juga merilis film dark fantasy yang nggak kalah sukses dan keren MALEFICENT. Film ini dianggap cukup unik karena menceritakan sebuah kisah fantasi Disney secara epik dari sudut pandang sang ratu kejahatan, Maleficent. Film yang dibintangi Angelina Jolie dan Elle Fanning ini mampu meraup keuntungan total sebesar US$ 242 juta atau setara 145 miliar Rupiah dengan total budget US$ 180 juta atau sama dengan 182 miliar Rupiah.



CINDERELLA Vs MALEFICENT/©Box Office Mojo

Dengan budget yang lebih kecil yaitu US$ 95 juta atau setara 97 miliar Rupiah, di minggu pertamanya saja CINDERELLA yang dibintangi oleh Lily James, Richard Madden, Cate Blanchett, dan Helena Bonham-Carter, sukses mencapai angka US$ 70 juta atau setara 73 miliar Rupiah. Disney pun bisa dibilang cukup aman karena dalam hitungan beberapa hari saja, mereka akan balik modal!

CINDERELLA juga berhasil kalahkan MALEFICENT di minggu awal penayangannya. Pada awal Juni 2014, MALEFICENT menghasilkan US$ 69.4 juta atau setara dengan 71 miliar Rupiah, hanya beda tipis dengan penghasilan CINDERELLA yang mencapai 73 Miliar Rupiah. Namun dua film ini masih jauh dengan angka yang dihasilkan ALICE IN WONDERLAND (2010) yang mampu meraup pendapatan lebih dari 300 miliar Rupiah.

Well, dari segi pendapatan, nampaknya CINDERELLA bisa lebih unggul dari MALEFICENT karena film ini telah mendapatkan nilai A dari CinemaScore yang berarti dapat meningkatkan word of mouthnya di kalangan calon penonton. Kalau kamu pilih CINDERELLA atau MALEFICENT, sih?

Film Cinderella Berkuasa di Box Office



Film Cinderella menguasai box office selama akhir pekan. Film garapan Disney itu berhasil meraup USD70,1 juta (Rp926,5 miliar) di kawasan Amerika Serikat (AS) dan USD132 juta (Rp1,7 triliun) secara global.

Adaptasi dongeng klasik itu adalah strategi Walt Disney Studio dalam membuat ulang animasi favorit mereka dalam bentuk live action atau diperankan manusia. Pendekatan sukses dilakukan pada sejumlah film seperti Maleficent dan Alice in Wonderland. Studio itu kini berencana melakukannya pada Dumbo dan Beauty and The Beast.

“Dari sebuah perspektif perusahaan dan perspektif publik, dongeng adalah sebuah bagian DNA kami. Mereka menyadari bahwa Disney melakukanya dengan baik,” ujar Dave Hollis, kepala distribusi Disney, yang dikutip Reuters.

Cinderella dibuka di 3.845 bioskop di Amerika Utara dan memakan USD95 juta untuk produksi. Penonton pada pembukaan itu adalah 68% wanita, 66% keluarga dan 31% di bawah usia 12 tahun.

“Ini adalah karakter protagonis yang kuat dan aspirasional. Kami mengambil bar tinggi yang diraih film animasi klasik dan membangun dari itu. Ini sekarang akan menjadi sesuatu yang melengkapi aslinya,” papar Hollis.

Film ini tidak dibuat dalam bentuk 3D, tapi mendapatkan pendorong yang baik dari format premium lain. Imax mewakili 7% pemasukan Cinderella dan format besar premium menyumbang 8% dari hasil box office.

Cinderella memang tidak bisa menyamai pencapaian debut Alice in Wonderland yang meraup USD161,1 juta pada pembukaannya. Tapi, film ini melampaui raihan Maleficent yang mendapatkan USD69,4 juta pada premiere-nya.

Hasil yang diraih Cinderella ini memang mengesankan. Apalagi—meski menampilkan Cate Blanchett dan Lily James dari Downtown Abbey—film ini tidak menampilkan bintang-bintang sekaliber Johnny Depp atau Angelina Jolie untuk menarik penonton. Film ini juga hanya menelan biaya separuh dari USD200 juta yang biasanya dihabiskan Disney untuk memproduksi fantasi-fantasi seperti ini.

Cinderella juga langsung laris di luar negeri. Dari perkiraan USD62,4 juta pemasukan, USD25 juta dari China. Film ini dibuka di sekitar 60% pasar internasional, termasuk wilayah utama, seperti Rusia, Italia, Meksiko dan Jerman.

Setelah dua pekan berada di belakang hasil box office pada periode yang sama pada 2014, Cinderella membantu mengangkat penjualan tiket domestik lebih dari 16%. Kuncinya adalah memberikan penyegaran untuk segala usia pada pasar yang didominasi film-film dewasa seperti Fifty Shades of Grey dan Focus.

“Box office dipenuhi film-film berating R dan bagi keluarga, Cinderella adalah impian jadi kenyataan. Mereka berada di pinggiran dan menanti akhir pekan ramah keluarga,” papar Paul Dergarabedian.

Popularitas Cinderella ini menyebabkan film petualangan aksi Liam Neeson, Run All Night, harus berjuang keras. Film keluaran Warner Bros. itu hanya meraup USD11 juta (Rp145 miliar) dari 3.171 bioskop. Angka ini lebih rendah dibandingkan penelusuran prarilis yang mengindikasikan debut pada sekitar USD15 juta (Rp198 miliar). Audiens cerita tentang seorang ayah yang melidungi putranya (Joel Kinnamen) dari gerombolan pembunuh bayaran itu 52% wanita dan 86% berusia di atas 25 tahun.

Kepala distribusi domestik Warner Bros. Dan Fellman menyatakan kekagetannya karena film itu menarik lebih banyak wanita ketimbang pria. Dia menambahkan, film itu terlihat lebih baik di Pantai Timur, di kota-kota seperti Washington DC dan New York ketimbang di kawasan Pantai Barat.

Pamer Porsche Emas, Bella Sofie Disebut Ngikutin Syahrini



Bella Sofie, 23 tahun, kerap tampil bergaya hidup glamor. Bella kerap mengunggah koleksi-koleksi mewahnya di Instagram.

Ahad, 15 Maret 2015, Bella kembali memamerkan foto dirinya yang tengah berpose dengan mobil Porsche berwarna emas. "My lovely sunday#Allabout_Barbie_Bellasofie#BSporsche," tulisnya pada keterangan gambar.

Bukannya mendapat simpati, Bella malah dihujat dan disebut menirukan gaya glamor Syahrini. "Pengen banget ya jadi Syahrini @barbie-bellashofie," tulis akun tasya_beni.

"Asli niat banget ngikutin gayanya Syahrini. Dari username IG sampai gaya fotonya," tulis salah satu akun. "Niat banget lo mau niru Syahrini, kalau neng Syahrini mah kelihatan penampilannya, mahal elegan, berkelas. Nah lo kelihatan banget murahnya nggak berkelas jadi kelihatan norak," komentar yang lain.

Di hari yang sama Bella juga mengunggah foto dirinya dengan mobil Mclaren berwarna merah. "Test drive," tulisnya pada keterangan gambar.

Digosipkan "Dihidupi" Pejabat Kaya, Bella Shofie: Terserah Orang Bilang Apa



Tidak hanya untuk membuat klip video lagu berjudul "Rezeki Anak Sholeh", Bella Shofie (23) bertolak ke Belanda. Di sana, dara kelahiran Jakarta, 5 Februari 1992, ini mengaku juga membeli banyak barang fashion bermerk internasional kelas atas. Bella memerkirakan, ia menghabiskan uang lebih dari Rp 2 miliar untuk berbelanja di sana.

Barang-barang fashion yang dibeli di sana oleh bintang film Rumah Angker Pondok Indah dan Dendam Arwah Rel Bintaro ini antara lain tas, sepatu, dan jam tangan.

"Aku pernah ngomong, beli barang-barang bermerk itu rasanya kurang kalau bawa uang Rp 2 miliar. Itu enggak cukup untuk shopping di Eropa. Bener, dong. Aku beli jam, sepatu, tas, dan uang segitu enggak cukup," ujar Bella.

Bagi pelantun lagu "Mungkin Dia Lelah" ini, uang sebanyak itu biasa saja dan wajar untuk dibelanjakannya di Belanda. Apalagi, aku Bella, ia tidak sering berbelanja hingga ke benua berjulukan Benua Biru tersebut.

"Enggak salah dong belanja, soalnya harga di sana jauh lebih murah (dibanding di Jakarta), bisa dapat setengah harga," ujar Bella, yang juga main film Jomblo Keep Smile.

Jumlah uang yang dikeluarkan oleh Bella untuk membeli barang-barang fashion tersebut memicu pertanyaan, dari mana ia mendapatkannya. Padahal, karier kerartisannya biasa saja. Sampai saat ini ia hanya membintangi lima judul film, delapan FTV, dan satu sitkom, serta tiga single lagu.

Apalagi, Bella pernah mengaku bahwa ia juga sudah membeli mobil Porsche dengan harga sampai sekian miliar rupiah dan menyewa satu unit apartemen senilai Rp 500 juta per tahun. Bella pernah pula mengaku memiliki banyak pasang sepatu Christian Louboutin serta tas-tas Dior, Channel, dan Louis Vitton.

Kata Lily James, Cinderella Ajarkan Wanita Punya Kekuatan

Kisah dongeng Cinderella memang tak lekang oleh zaman. Kerap dijadikan latarbelakang cerita film Hollywood, cerita ini tak surut juga menyedot antusias penyuka drama happy ending.

Beberapa waktu lalu, film layar lebar bertajuk Cinderella versi terbaru keluaran Disney, telah resmi tayang secara serentak di seluruh bioskop terpilih di Ibukota. Film adaptasi dari dongeng berjudul serupa ini, memang tidak pernah bosan untuk dinikmati.

Alur cerita Cinderella bergulir mengenai kisah inspiratif seorang wanita yang hidup di bawah penyiksaan seorang ibu tiri dan dua saudara tiri, untuk kemudian bertemu dengan pangeran tampan kaya raya, memang selalu berhasil melambungkan angan serta fantasi sejumlah wanita agar memiliki cerita cinta serupa.

Namun, jika Anda menyimak cerita Cinderella dari masa ke masa, Anda pasti menyadari bahwa wanita yang dipanggil sebagai Upik Abu tersebut, tidak pernah mengharapkan bertemu dengan seorang pangeran tampan.

Sebenarnya, Cinderella hanya menginginkan satu malam yang menyenangkan dan sebuah gaun cantik untuk dikenakan.

“Cinderella mengajarkan kita semua untuk memiliki kekuatan sebagai seorang wanita. Berpikir positif dan percaya pada mimpi,” terang Lily James, pemeran utama film Cinderella.

“Lewat kekuatan dan kebaikan hati, Cinderella mampu bertahan hidup bersama ibu dan saudara tiri yang kejam,” imbuhnya.

Lily James terpilih sebagai Cinderella bukan karena kecantikannya.



Reinkarnasi film Cinderella telah tiba di bioskop Indonesia. Film yang disutradarai oleh Kenneth Branagh itu mempercayakan kepada aktris Lily James untuk mentransfer karakter Cinderella ke bentuk live action.

"Casting pemain menjadi hal yang paling krusial. Untuk itu harus diwujudkan oleh seseorang yang kami percaya. Dan kami mempercayakannya kepada Lily James," ungkap Branagh kepada Torontosun.

Diakui pula, sebenarnya terpilihlah Lily James perankan Cinderella bukan karena kecantikannya ataupun pinggangnya yang kecil melainkan karena suaranya. Saat itu, Lily James datang untuk mengikuti audisi memerankan salah satu saudara tiri dan direkam oleh koordinator casting. "Saat itu ada ratusan anak perempuan mengikuti audisi. Dan Lily datang untuk membaca salah satu dialog saudara tiri".

Hasil rekaman audisi itu pun lalu dikirimkan ke Brannagh. Ketika James melakukan reading, ia langsung tertarik pada suara Lily James. "Saya ingat direktur casting mengirimi saya kaset. Saya mengambilnya dan mendengarkan suaranya. Itu benar-benar suara untuk memulai sesuatu. Karena kehangatan di dalamnya, warna suaranya itu yang kami butuhkan,” kata Branagh dikutip dari glamourmagazine.

Setelah melewati proses yang panjang, akhirnya diputuskanlah James sebagai Cinderella. Bagi James, ini merupakan hal yang paling menakjubkan sekaligus menakutkan. Penonton pastinya telah memiliki ekspektasi tersendiri tentang seperti apa seharusnya Cinderella dan bagaimana dia bertingkah laku. Peran putri Disney merupakan role model yang hebat. James dikenal sebagai seorang aktris Inggris lewat perannya sebagai Lady Rose McClare di 20 episode serial TV Downton Abbey. Dan Cinderella merupakan peran utama pertamanya di film layar lebar
Distributed by berita terbaru
artist photos